Kopi Arabica
Kopi yang suskes merajai 70% pasar kopi dunia ini tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1700 m dpl, dan dengan suhu 16-20 derajat Celcius, serta beriklim kering tiga bulan berturut-turut. Kopi ini memiliki banyak varietas yang tergantung pada negara, iklim, dan tanah tempat kopi ditanam. Kopi Arabica juga memiliki rasa yang berbeda-beda pada tiap-tiap varietasnya.
Kopi Arabica sendiri memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Beraroma wangi mirip campuran antara bunga dan buah.
- Hidup di aderah yang sejuk dan dingin.
- Memiliki rasa asam yang tidak terdapat pada kopi Robusta.
- Memiliki rasa yang lebih halus atau lembut.
- Memiliki body atau rasa kental saat disesap dimulut.
- Kopi jenis Arabica juga terkenal dengan rasa pahitnya.
- Bentuk biji lonjong, gepeng dan agak memanjang.
- Kandungan kafein kecil.
Sedangkan untuk pohonnya sendiri, Arabica memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Dapat berbuah di suhu yang dingin.
- Lebih sulit untuk dipelihara.
- Cenderung tumbuh di daratan tinggi (1000-2000m).
- Membutuhkan waktu 9 bulan untuk proses bunga menjadi buah.
- Jumlah biji yang dihasilkan lebih sedikit.
- Rentan terhadap hama dan penyakit.
- Tinggi pohon bisa mencapai 3 meter.
Dari ciri-ciri kopi maupun pohonnya, sudah jelas dapat menjawab pertanyaan mengapa harga kopi Arabica 2 bahkan 3 kali lipat lebih mahal dari kopi Robusta. Akan tetapi, meskipun harganya jauh lebih mahal, kopi Arabica tetap merajai pasar kopi dunia dengan persentase sebanyak 70%.
Kopi Robusta
Kopi Robusta merupakan keturunan dari beberapa spesies kopi terutama Coffea canephora. Pohonnya dapat tumbuh dengan baik di ketinggian 400-700 m dpl dengan suhu 21-24 derajat celcius serta dengan bulan kering 3-4 bulan berturur-turut dan 3-4 kali hujan kiriman. Kopi jenis ini memiliki kualitas dibawah kopi Arabica dan Liberika. Sama seperti Arabika, iklim, kondisi tanah, dan proses pengemasan kopi akan berbeda di tiap negaranya dan menghasilkan rasa yang agak berbeda juga.
Ciri-ciri Kopi Robusta :
- Memiliki tekstur yang lebih kasar dari Arabika.
- Memiliki rasa seperti cokelat.
- Memiliki bau khas dan manis.
- Tidak memiliki banyak karakter rasa (umumnya memiliki karakter rasa seperti kacang-kacangan).
- Berbentuk bulat utuh, ukurannya lebih kecil dari kopi Arabica.
- Kandungan kafein lebih tinggi dari Arabika, sekitar 2%.
- Cocok sebagai bahan dasar espresso atau coffee blend.
Dan ciri pohonnya sendiri adalah :
- Tumbuh di daratan rendah (700 m dpl).
- Butuh waktu 10-11 bulan untuk proses bunga menjadi buah.
- Berbuah di suhu yang lebih hangat.
- Jumlah biji yang dihasilkan lebih tinggi.
- Bentuk pohon lebih pendek hanya sekitar 1-2 meter.
- Rentan diserang serangga.
- Lebih tahan dari penyakit.
Kopi Robusta dijual lebih murah daripada kopi Arabica. Untuk pemasarannya di pasar juga hanya menguasai 30% pasar kopi dunia. Namun meskipun begitu, kopi Robusta Indonesia berhasil merajai pasar nasional. Sebagian besar diolah menjadi bahan baku produk kopi sachet dan juga kopi instan.
Nah, kopi jenis mana yang Sobat sukai?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar